Dalam Sunyimu

Dalam sunyimu, 
kau mengasingkan jiwa.
memencilkan diri dari keramahan kota yang tanpa jeda berisik dikepala.
tanda tanya itu, 
menggantungi tiap jendela rumah.
angin membuka tiap daunnya,
agar rimbun semak kau tebang saat doa-doa menujuku. 
Tuhan melinting takdir, 
bahkan kuhisap sebagai candu yg baik. biar senyum yang kau tuai, 
menampung pada secangkir kopi. 
Maka setiap teguk pahitnya, telah terganti dengan manis hari yg kita untai, berdua.

Komentar

Postingan Populer