Di Peluk Tuhan

Tampaklah kesedihan dini. 
di mana kau, 
aku, 
dua tubuh kita mengayuh sedemikian rupa untuk cahaya. 
Hidup berupa sungai, sayang. 
mengalir semestinya 
diantara ketabahan bumi, 
jiwa puisi, 
yang di peluk Tuhan.

Komentar

Postingan Populer