Barakallah Fii Umrik
Kembali kulihat lagi dari dua mata.
bahwa almanak meluruhkan penanggalannya satu persatu.
kubuka jendela, bahkan jiwa ini sepakat, memusyawarahkan bulan untuk menemui puncaknya.
Pagi-pagi angin semilir, riuh sabda tuhan sayup, dengung2 surau dikampung jauh namun tenang.
Puspa-puspa merekah, balon-balon mengudara, lantas embun yang kian merembes diatas daun, memiliki percik yang sempurna, mengkristalkan lagi kebahagiaan yang bening.
Ini kupersembahkan puisi untukmu,
sebagai tetes-tetes air, sebagai aliran dalil keindahan, dan kau bahagia semestinya.
Burung-burung, terbanglah dicakrawala.
meski sayap kau patah, namun kepakanmu ingin meraih segala penjuru angin.
menuju engkau.
Kutitipkan disini yaa? hadiah, yang didalamnya bungkusan doa yang mengekalkan keabadiaan diufuk langit.
Biarkan ia menggantung, tepat di mega mega, kelak kau bisa memetik, dengan harapan yang lapang seperti asamu. adalah semburat fajar, yang melanglang buana di tanah negeri.
dan ia akan tumbuh dalam kenyataan.
Yaa Allah, Engkau hiduplah kebahagiaan didalam sukmanya. kebahagiaan yang baka, sebagai atsmofir menembus cintanya, seperti mana yang telah ia semogakan dari dahulu
Dan sehasta kata-kata ini, adalah prihal saksi, yang melingkar merah pada angka, dengan baris tertanda, dengan kalam yang kubahterakan diujung pelabuhanmu
Sampaikanlah salam, menjadikan kalimat yang kau raih.
bahkan kau akan paham tentang mustajab doa, keajaiban hikmah yang akan datang dalam perjalanan hidup.
Maka kurenangi tentang kita, dua sahabat masa muda, kau memberikan solidaritas yang kujunjung tinggi.
yang kusimpan sebagai pesan kecil untuk kubaca berulang kali.
Kenanglah sebagai alasan yang sederhana.
dalam bahasa keceriaan kita.
yang senantiasa bersinar terang di mihrab sembahyangmu
Selamat ulang tahun,
semoga panjang umur,
semoga sukses diduna dan akhirat
Barakallah fii umrik.
Komentar
Posting Komentar