Rindu Tak Menua

Di dada sepi, 
malam dikalung bulan.
tempat menjelma ratusan kunang mengusung cahaya yang dititip.
Dan pada sayup-sayup tiada suara.
jeda-jeda kita melintas sebagai kenang di kening.
sebagai hangat dalam puisi,
sebagai rindu yang tak menua.

Komentar

Postingan Populer