Mengekalkan Kita


Aku menduga sampai di mana batas semesta.
memanusiakan rindu, membunuh
seberapa angkuh pulau-pulau 
terlempar jauh.

Lantas tubuhku merupakan tubuhmu,
dua tubuh yang saling membentang kejauhan kota.
saling menguatkan kita sebagai seseorang 
yang tabah pada kehilangan peradaban.

Kau persis sepasang kicauan burung.
dan aku tak lagi terpisahkan apa-apa.
seumpama pagi yang sempurna,
mengalungkan mendung di dada sunyi.

Engkau bagiku.
pasir-pasir pengharapan meneguk mata air.
menyerap tubuh gurun, 
keterasingan jalan yang tak mematikan senyummu 
pada awan-awan Tuhan.

Aku tak sendiri, sayang.
sebab jendela berhadapan ke mata langit.
juga matamu yang tak terbatas 
di kedalaman mataku.

Engkaulah denyut nadi,
yang berlama-lama meneduh kata pada rumahnya.
engkau jua tempat tinggal,
sebagai nafas baru,
sebagai mengekalkan kita.
sebagai kecintaan kau dan aku.

Komentar

Postingan Populer